"Huh,, tukang parkir aja korupsi.. bisa2nya byar cuman 500 jadi 1000"
"Kenapa duit bulanan gw slalu kurang?"
"Kenapa si,, temen gw yg nyontek gw malah dapet B sedangkan gw dapet C?"
"Ih makanan apaan nih. Cuman *seempret inih?"
dan masih banyak pernyataan ketidakpuasan yang sering saya dapat..
Sampai saya tersadar di hari Rabu yang mendung kemarin. Saya terduduk dengan salah satu sahabat saya di salah satu kedai kopi yang berdiri kokoh di timur jakal. Dengan menikmati segelas yoghurt brown dan secangkir hot vanilla chocolate, saya mengatakan ihwal tentang "kenapa sih cowok ituh bisa lebih fokus terhadap sesuatu, sedangkan wanita tidak". Dan saya ungkapkan saya iri dengan kenyataan yang seperti itu. Huumm,, still not relieved.. ho ho..
Kemudian sahabat saya itu berkata, "No, belajar ikhlas noo.."
"Nggak smua yg kita inginkan ituh sesuai kenyataan. Kalo emang gak sesuai kenyataan, jalani ituh dulu, lama2 Lo bakal menikmati yang tadinya nggak kepikiran bakal lo nikmati."
"Ada hikmah dari setiap yang Lo terima.."
"Kayak Lo misalnya. Lo sebenernya pengen masuk arsitektur. Tapi ternyata Lo malah keterima di Elektro. Mungkin hikmahnya, Tuhan masih sayang sama Lo, Lo kan gak suka begadang, sedangkan arsitektur ituh menuntut untuk Lo sering2 begadang dengan seabrek tugas."
"Liat temen Lo yang sekarang udah wisuda ituh. Dia awalnya gak kepikiran masuk elektro kan. Tapi saat dia mu ngubah haluan ke jurusan yg dia pengen di tahun berikutnya. Ternyata dia ngambil keputusan untuk tetap bertahan dengan apa yang sudah dia jalanin sekarang. Karena dia mencoba menikmati apa yang gak kepikiran bakal dia nikmatin. Dan hasilnya, dia dapet targetnya lulus 3,5 tahun dengan IPK kumlot."
"Ituh semua nunjukin kalo kita mesti belajar untuk ikhlas nooo.."
"Dan belajar ituh gak ada yang sia2 nooo.."
Whhouuppzz.. dan saya terdiam, dan mencoba meresapi kata-kata sahabat saya itu. Huumm,, ternyata emang saya amat sangat kurang untuk mengikhlaskan sesuatu. Dan saya ingin mulai belajar untuk ikhlas.
Mengikhlaskan 500 itu..
Mengikhlaskan duit bulanan saya.., dan mulai membuat RAP
Mengikhlaskan makanan seempret ituh, karena saya masih beruntung bisa makan
Mengiklhlaskan bahwa memang wanita dan pria itu berbeda, dan saya harus mendapatkan pola utuk bersaing dengan mereka
Mengikhlaskan bahwa saya sudah masuk tahun keempat kuliah saya, dan saya harus berjuang untuk lulus.
Berjuang untuk mendapatkan apa yang sedang menunggu saya di masa depan.
Yes,right, like my frenz said, "anothers tears & smiles r waitin’ for us.."
Semangat! Ganbatte ne! Luttez!
Gak ada arti kata lain selain ituh untuk membuat hidup inih lebih bergairah!
*seempret : sesedikit