Sometimes, i ask to myself. Why I can love someone..?
and I always have no reason to answer that question..
That feeling is flowing by itself… and no insist..
There is always tears everyday..
There is always smile everyday..
And they appears one to another..
always everyday..
and i dont know why..
why i cant avoid them..
And it happen to me now.. Maybe its called ‘love is blinding my logic’..
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly without complexities abide.
I love you because I know no other way than this.
So close that your hand, on my chest, is my hand.
So close, that when you close your eyes, I fall asleep.
*Walt Whitman*
Ive just got the lucky number..
21:12 [HH:MM]
21.12 [DD.MM]
Nice..
Hope my day will be as such nice as the number.. hohoho..
*gak penting yaa? hohoho*
Hummfhh.. seharian ngeliatin laptop,, klienk2 juga ini mata plus kepala.. Mana dari tadi seharian saya di kos. Hujan turun seharian, dua-harian tepatnya.. Bikin males ngapa-ngapain.. Padahal pengen ngapa-ngapain.. Tapi terhambat oleh hujan.. Yang berefek pada suhu udara yang dingin.. yang berefek pula pada kadar kemalasan saya untuk keluar-keluar..
Ya.. yang saya lakukan seharian ini..
baca novel ‘a very yuppy wedding’ (novel rekomendasi adik kos saya, Hesti. Katanya bikin kita -para makhluk venus- jadi ngidam bwt kerja plus nikah)
melanjutkan nonton ‘the bank job’ (film yang baru ditonton setengah jadi.. dan saya musti pulang.. shit)
baca KoKKo (Komunitas untuk Kecerdasan Kolektif, yang bakal jadi tema skripsi saya. Oh no!)
bikin proposal (Sejauh ini masih stuck dengan hanya dua paragraf.. Hohohoho)
Selanjutnya.. terserah sayaa..
Dan saya sekarang mau cerita aah.. Barusan saya baca KOMPAS.com, di situ saya baca artikel berjudul :
Senyum Pun Mengembang di Langit
Ingat gak, kira-kira hari Senin tanggal 1 Des kemarin, ada wajah manusia tersenyum di langit malam. Saya dikejutkan oleh adik kos saya yang bernama Rani. Tiba-tiba dia berseru, "mb nohan, mb nohan,, liat de.. Bagus ya…."
Subhanallah.. It was da 1st time that i saw the smiling face in the sky.. Damn so georgeus..
Saya pikir lukisan langit itu hanya terjadi di atas kos saya. Tapi ternyata setelah membaca KOMPAS.Com ternyata memang ada fenomena pada saat itu. Berikut adalah artikel dari KOMPAS.Com yang sedikit saya kutip.
Peristiwa tersebut memang pertanda alam. Orang-orang dahulu menggunakan tanda-tanda tersebut untuk menceritakan peristiwa yang berkaitan sebelum sadar pentingnya kalender.
Menurut Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC), seperti dijelaskan dalam blognya, hal tersebut disebut konjungsi. Masing-masing benda langit memiliki siklus edar dan pada periode tertentu terliaht saling berdekatan dilihat dari Bumi.
Dua objek bercahaya terang yang terlihat di atas bulan sabit itu sebenarnya bukanlah bintang. Masing-masing adalah Planet Venus yang ada di sebelah kiri dan Planet Jupiter di sebelah kanan. Triple conjuction ketiga objek membentuk sosok layaknya emoticon muka tersenyum.
Wah.. Beruntungnya saya pikir saat itu. Tapi ada satu yang sangat saya sayangkan. Saya ingin memperlihatkan senyum-yang-mengembang-di-langit-itu kepada seseorang. Seseorang yang saya anggap orang terdekat saya saat ini. Yang saya sayang saat ini –yah wish not just for now, but so on.. — hoho. Tapi sayang, semua itu terhalang oleh atap-rumah-seorang-tetangga-kos-yang-punya-pengalaman-buruk-dengan-saya-dan-orang-dekat-saya-itu. Hoho. Yah tak apalah. Yang penting senyum-yang-mengembang-di-mukanya masih ada untuk saya. *LooooHhh*. Hoho.
Langit saja bisa tersenyum, kenapa kita tidak?
Ayo tersenyum, karena senyum itu pahala loo..
Mungkin itu yang ingin Tuhan katakan kepada umatnya malam itu.
Lewat lukisan senyum yang mengembang di langit malam itu.